time to say goodbye


setiap kisah pasti ada akhir.. akhir itu kita yang milih mau seneng apa sedih.

banyak hal yang ternyata terlewat begitu saja, dan hanya meninggalkan penyesalan yang dalam.
penyesalan yang dalam itu terjadi hanya karena waktu yang tidak berpihak pada kita.
kita yang slalu berencana, namun Dia jug yang nentuin. sekarang aku banyak belajar dari setiap masalah yang ada. semua masalah itu merupakan test untuk kita naik ke tahap yang lebih baik. jadi semua akhir itu yang nentuin kita, mau berfikir baik atau yang burukya.
dengan melewati moment ini aku juga bersyukur, aku merasa mendapatka banyak hal. walau kini aku harus menata kembali tapi aku tak mau memikirkan sulitnya menata itu smua, yang aku tau kisah ini harus di tutup dengan bahagia. dan aku bahagia jika smua orang yang aku sayangi bahagia. bukankah hidup ini akan lebih berarti jika orang lain bahagia karena kita?!!?!!
kalo akhirnya kita pun bahagia itu termasuk bonus, jadi buat dapetin bonus itu kita harus ikhlas dengan apa yang terjadi.
kita memang tidak tau apa yang ada di depan nanti, tapi yakinlah satu hal,, jika yang ada di depan itu yang terbaik untuk kita.
sekarang waktunya berpisah dengan smua hal ini. hal yang indah, karena setiap harinya terukir sebuah senyuman dan cerita yang indah. terimakasih karena kau mengajarkan banyak hal buat ku, walau aku tau sulit ku mengucap secara langsung dan mungkin kau tidak akan pernah tau apa yang aku rasakan karena aku terlalu takut untuk menguaknya. biarlah Dia yang memberikan kita kisah ini yang akan memberikan jalan untuk mu tau atau tidaknya satu pemikiran ini.

Sesali tak sejak dulu


aku berjalan di sebuah padang rumput yang indah. Ada bagian yang ditumbuhi bunga – bunga yang cantik dan ada juga bagian yang hanya ada rumput yang hijau. Pagi ini, terasa oleh ku sinar matahari yang sangat hangat menyinari, embun pagi hari yang sangat menyejukkan kaki ku saat menapaki langkah demi langkah di tempat itu. Aku melihat ada burung-burung yang berkicauan seolah menyapa ku di pagi ini, aku tersenyum dan mendekati mereka untuk melihat lebih jelas. Aku pun ikut bernyanyi bersama celotehan mereka. Beberapa menit kemudian, burung – burung itu pergi namun datanglah kupu – kupu yang menari di dekat bunga – bunga yang indah itu. Aku melihat betapa indahnya saat itu, warn warni bunga yang indah telah sempurna dengan adanya kupu – kupu yang hinggap di atasnya. Aku duduk dengan sebuah kertas dan pulpen di tanganku. Aku bercerita pada kertas itu jika hari indah ini akan terus berlangsung selamanya. Tak akan ada yang mengubah kebiasaan pagi hari ini. Esoknya aku kembali dengan kegiatan yang sama seperti hari kemarin, duduk dan membuat kenangan dengan semuanya. Sampai suatu hari, kupu – kupu itu berubah menjadi ulat dan merusak bunga – bunga yang ada, satu demi satu bunga itu tak seindah dulu, mulai terlihat bolong – bolong di mataku. Aku mulai kurang menyukainya. Aku pun berfikir ternyata semua ini tak seperti yang aku pikir, ternyata semua hanya ada dalam benakku.. burung –burung masih suka bernyanyi dengan ku, tapi kini kicauan yang merdu berubah menjadi suara yang bising karena aku tak ingin mendengar mereka lagi. aku terduduk sendiri di padang rumput yang terlihat hijau dan hanya warna hijau yang ada tak ada warna lainya yang biasanya menjadi pelengkap dilihat mata. Aku tertegun melihat keadaan ini, waktu begitu hebat hingga semua hal yang indah itu berubah hanya karena satu hal, karena dia. Dia yang merusak padang rumput ini, dia yang membuat bunga – bunga itu tak seindah dulu karena lubang –lubang yang menyebabkan mereka layu. Jujur aku sedih, seharusnya aku tak membiarkan kupu-kupu itu terlalu lama dengan bunga sehingga aku masih dapat menjaga indahnya padang rumput ini. Tapi, apa aku harus menyesal?!! sesali tak sejak dulu aku berfikir ini semua bisa terjadi, padahal aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi aku yakin, ada saatnya nanti mereka akan tumbuh seperti dulu lagi, karena kita ditakdirkan akan slalu bersama, karena kita ada untuk saling melengkapi dan karena memori yang kita ukir akan membuatnya bertahan dari keadaan ini. Dan ulat akan berubah lagi menjadi kupu-kupu, pergi kembali mencari padang rumput lain. Sekarang aku hanya menunggu hari itu terjadi dengan bersabar dan bersyukur atas apa yang ku jalani sekarang. Karena aku tau hanya itu yang Dia minta.

kenapa ya..

kalian pernah ga ngerasa sendiri??? di dunia yang rame ini??
aku pernah, dan sepertinya rasa itu selalu menghampiri..
cape rasanya.. disaat kaki ini mulai lelah, hati ini rapuh dan senyum pun tak terlihat lagi,, saat itu semua seakan menjauh dan tak ada lagi yang bisa diharapkan..
"tiada teman berbagi derita bahkan untuk berbagi cerita"
harusnya udah biasa dengan hal yang slalu berakhir kaya gini,, tapi susah bgt buat ngertiin kenapa harus slalu aku yang mengalah??!!
ga ngertiii..
"ku ingin marah melampiaskan.. tapi ku hanyalah sendiri disini..ingin ku tunjukkan pada semua yang ada,, bahwa hatiku kecewa"

"kirim aku malaikat-Mu..biar jadi kawan hidupku.. kirim aku malaikat-Mu karena ku sepi berada disini.. dan di dunia ini aku tak mau sendiri"

salah..lagi dan lagi


aduhh..
salah ya.. salah lagi..lagi dan lagi..
kenapa smuanya jadi gini??
aku ga pernah maksud kaya gitu loh.. aku hanya ingin deket ajah sama dia..
apa salah?? kenapa disaat smua udah kaya dulu lagi,, kesalahan yang sama pun harus terulang?!???
aku ga ngerti harus gimana..smua kejadiaannya hampir sama,, dejavu..
"maafkan kata yang tlah terucap,, akan kuhapus jika ku mampu.."

hidup itu kaya lagu..

smua kejadian hidup itu slalu punya soundtrack..
hehehe
"andai kau ijinkan, untuk sekejap memandang..kubuktikan kepadamu aku memiliki rasa..cinta yang ku pendam,, tak sempat aku nyatakan..karena kau tlah memilih menutup pintu hatimu"

ya.. itu salah satunya.. saat kita yakin pada seseorang tapi orang itu sudah menutup hatinya untuk kita tanpa tau apa yang kita rasain..

"jujurlah padaku..jujurlah padaku.. kau menyimpan rasa..kau menyimpan rasa cinta..nyatakan padaku..nyatakan padaku..perasaan itu cinta.."

hahaha,, PD bgt ya.. tapi terkadang suka mikir klo dia juga ngerasain hal yang sama..

tapi..
kita liat ajah nanti.. toh,, aku cuma mengira-ngira
sekarang,, soundtracknya..
"ku cari..sesuatu yang mampu mengisi lubang ini.. ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati..apakah itu kamu apakah itu dia.. selama ini ku cari tanpa henti.. apakah itu cinta.. apakah itu cita.. yang mampu melengkapai lubang didalam hati"

serangan ulet bulu..

udah berhari-hari..
kampus kita tercinta terserang dengan serangan ulet-ulet bulu yang mengerikan..
gila tu ulet-ulet.. pada balap lari seenaknya.. bikin kaget yang lewat..
sekarang farmasi telah dikuasai oleh binatang yang satu itu..
hingga semuanya terusir,,
di kantin yang biasanya penuh sesak..
sekarang sudah diduduki oleh ulet-ulet itu..
ngebuat para pembeli ga mau masuk daerah kantin..
hahahaaa (lebay ya)
tapi beneran.. sekarang di bulan april ini,, farmasi telah dikuasi oleh ulet-ulet dan..
harus kita rebut kembali,, hahaa

kebun ku

Pagi itu aku diberi sebuah bibit bunga yang langka, mereka bilang bibit itu akan menjadi bunga yang sangat indah kelak. Sebenernya aku menolak pemberian mereka, karena aku punya pengalaman yang tidak begitu baik dalam mengurus sebuah tanaman. Tapi mereka meyakinkan aku, jika bibit ini akan menjadi tanaman yang sangat indah dan sangat baik untuk kebunku yang sedang kering dan mereka meyakinkan aku bahwa bibit ini tidak sama dengan tanaman biasanya. Aku pun mulai tertarik, lalu aku tanam bibit itu disebuah pot yang sangat indah, tempat yang indah untuk sesuatu yang indah pikirku. Hari demi hari, aku menyiramnya dengan air yang khusus aku ambil langsung dari gunung, walau aku harus melewati perjalanan yang jauh untuk mengambil air itu tapi ku lakukan dengan hati yang senang. Karena kata mereka bibit itu akan cepat tumbuh jika diberi air pegunungan. Aku juga tidak pernah lupa untuk memberinya pupuk. Aku selalu menanti saat tumbuhnya bibit menjadi bunga yang indah untuk memberikan warna lain di kebunku.
Teman-temanku pun membantuku untuk merawatnya, memberiku angin segar bahwa bibit akan cepat tumbuh, namun bulan demi bulan tak kunjung juga biibt itu berubah menjadi bunga. Aku putus asa, hingga salah satu teman memberitahu aku kalo bunga itu tak akan tumbuh secepat aku fikir, dia bunga yang spesial dan akan tumbuh dalam jangka waktu paling cepat 2 tahun. Kagetnya aku, selama itu kah aku harus menunggu untuk melihatnya mewarnai kebunku. Aku pun mulai bosan untuk memperhatikannya, aku mulai melupakannya namun tak disangka bibit itu sudah menimbulkan tanda-tanda akan tumbuh. Aku mulai bersemangat kembali merawatnya, walau sekarang aku tak bisa seperti dulu, karena aku tau proses tumbuhnya yang memakan waktu lama.
Tak ku sangka bibit itu belum menjadi bunga yang mekar dan indah namun serangga sudah mulai tertarik padanya. Dia sangat menarik banyak lebah untuk mengambil madunya. Hingga aku ingin jauh-jauh karena takut tersengat lebah yang selalu menempel dengannya. Temanku berkata, bunga itu dengan lebah hanya saling membutuhkan untuk proses bunga tumbuh, dan aku tak perlu khawatir oleh lebah atau serangga lainnya. Aku percaya dan mulai mendekati bunga itu lagi, namun kini aku sadari jika bunga itu telah memiliki duri. Duri yang baru kusadari saat aku tertusuk olehnya. Aku mulai ragu untuk memeliharanya, karena duri itu menusukku sangat dalam, air mata pun tak kuasa ku bendung, karena luka yang diberi duri itu sangat menyakitkan. Akhirnya semakin hari bunga itu semakin indah, dan lebah makin berdatangan, dan mereka pun tak pernah tau jika bunga indah itu telah memiliki duri. Karena seharusnya jenis bunga seperti itu tidak mempunyai duri.
Kini aku hanya bisa melihat dia dari kejauhan, aku tak mau tersakiti oleh durinya ataupun berurusan dengan lebah. Walau bunga itu semakin hari semakin menarik, seolah semakin memanggil ku untuk merawatnya. Tapi aku sadari, dia bahagia dengan duri dan lebah yang selalu menemaninya, dan dengan dunianya sendiri. Terimakasih bunga, karena kamu sudah memberi warna di kebunku walau untuk sesaat. Kau mengajariku untuk merawatmu, menunggumu tumbuh dan juga untuk tak memetikmu . Terimakasih lebah karena kamu sudah membantunya untuk tumbuh dan meramaikan harinya, terimakasih duri walau kau menyakitiku dengan keberadaanmu tapi aku sadari betapa senangnya dia memilikimu dan semoga kamu bisa menjaga dia dari tangan orang-orang jahil. Dan sekarang aku menunggu tanaman baru yang bisa ku urus lagi, dan tidak berduri. Berharap hari itu cepat datang, karena aku merasa kebunku kurang berwarna.

Postingan Lama

Blogger Template by Blogcrowds