Sesali tak sejak dulu


aku berjalan di sebuah padang rumput yang indah. Ada bagian yang ditumbuhi bunga – bunga yang cantik dan ada juga bagian yang hanya ada rumput yang hijau. Pagi ini, terasa oleh ku sinar matahari yang sangat hangat menyinari, embun pagi hari yang sangat menyejukkan kaki ku saat menapaki langkah demi langkah di tempat itu. Aku melihat ada burung-burung yang berkicauan seolah menyapa ku di pagi ini, aku tersenyum dan mendekati mereka untuk melihat lebih jelas. Aku pun ikut bernyanyi bersama celotehan mereka. Beberapa menit kemudian, burung – burung itu pergi namun datanglah kupu – kupu yang menari di dekat bunga – bunga yang indah itu. Aku melihat betapa indahnya saat itu, warn warni bunga yang indah telah sempurna dengan adanya kupu – kupu yang hinggap di atasnya. Aku duduk dengan sebuah kertas dan pulpen di tanganku. Aku bercerita pada kertas itu jika hari indah ini akan terus berlangsung selamanya. Tak akan ada yang mengubah kebiasaan pagi hari ini. Esoknya aku kembali dengan kegiatan yang sama seperti hari kemarin, duduk dan membuat kenangan dengan semuanya. Sampai suatu hari, kupu – kupu itu berubah menjadi ulat dan merusak bunga – bunga yang ada, satu demi satu bunga itu tak seindah dulu, mulai terlihat bolong – bolong di mataku. Aku mulai kurang menyukainya. Aku pun berfikir ternyata semua ini tak seperti yang aku pikir, ternyata semua hanya ada dalam benakku.. burung –burung masih suka bernyanyi dengan ku, tapi kini kicauan yang merdu berubah menjadi suara yang bising karena aku tak ingin mendengar mereka lagi. aku terduduk sendiri di padang rumput yang terlihat hijau dan hanya warna hijau yang ada tak ada warna lainya yang biasanya menjadi pelengkap dilihat mata. Aku tertegun melihat keadaan ini, waktu begitu hebat hingga semua hal yang indah itu berubah hanya karena satu hal, karena dia. Dia yang merusak padang rumput ini, dia yang membuat bunga – bunga itu tak seindah dulu karena lubang –lubang yang menyebabkan mereka layu. Jujur aku sedih, seharusnya aku tak membiarkan kupu-kupu itu terlalu lama dengan bunga sehingga aku masih dapat menjaga indahnya padang rumput ini. Tapi, apa aku harus menyesal?!! sesali tak sejak dulu aku berfikir ini semua bisa terjadi, padahal aku sudah melihat tanda-tandanya. Tapi aku yakin, ada saatnya nanti mereka akan tumbuh seperti dulu lagi, karena kita ditakdirkan akan slalu bersama, karena kita ada untuk saling melengkapi dan karena memori yang kita ukir akan membuatnya bertahan dari keadaan ini. Dan ulat akan berubah lagi menjadi kupu-kupu, pergi kembali mencari padang rumput lain. Sekarang aku hanya menunggu hari itu terjadi dengan bersabar dan bersyukur atas apa yang ku jalani sekarang. Karena aku tau hanya itu yang Dia minta.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Blogger Template by Blogcrowds